Yth. Bapak/Ibu Tani, Undangan Berbelanja Bibit Cangkok Tanaman di Toko Saya (http://toko.tipspetani.com/)

Assalamualaikum.wr.wb.

Kepada Yth.bapak dan ibu tani di Indonesia.
Perkenalkan nama saya Wahid Priyono, pemilik website https://guruilmuan.blogspot.co.id. Saya disini akan kembali menginformasikan serta mengundang kepada seluruh pembaca setia website saya ini untuk melihat-lihat produk bibit tanaman cangkok di website toko pertanian saya. Berikut link toko pertanian saya >> Toko Pertanian Indonesia.

Saya berharap, ada kesan baik dari bapak/ibu tani terhadap undangan yang saya sampaikan ini. Semoga informasi ini bermanfaat untuk para petani di Indonesia. Terimakasih.



Wasalamualaikum.wr.wb.

Salam hormat,


Wahid Priyono.

Penyebab dan Cara Mengatasi Buah Mentimun yang Ukuran Buahnya Kecil-Kecil

Dalam membudidaya mentimun, tentu saja seorang petani sangat mengharapkan hasil buahnya lebat. Sehingga dengan begitu akan meningkatkan keuntungan dalam berbisnis mentimun. Pada dasarnya, membudidaya mentimun itu cukup mudah, tapi terkadang sulit dalam perawatannya.

Perawatan tanaman mentimun yang baik tentu saja akan menghasilkan buah timun yang baik juga. Namun terkadang, perawatan tanaman yang sudah baik, menghasilkan buah yang tidak sesuai harapan. Semisal ukuran buah mentimun yang kecil-kecil, padahal varietas yang dipilih buahnya besar.

Buah Mentimun Berbuah dengan Ukuran Optimal. Photo by: www.tipspetani.com


Ada beberapa penyebab mengapa buah mentimun yang dihasilkan ukurannya kecil-kecil, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tanaman mentimun kekurangan air. Padahal tanaman mentimun membutuhkan banyak air. Termasuk dari penyiraman itulah yang menyebabkan tanaman tumbuh baik, subur, dan berbuah ukuran besar/optimal;
  • Tanaman timun kekurangan pupuk organik dan anorganik. Sebaiknya dalam membudidaya mentimun gunakan saja pupuk dari kotoran ayam. Pupuk kotoran ayam ini banyak mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Kandung unsur Nitrogen (N), P, dan K pada pupuk kotoran ayam sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman;
  • Jenis tanahnya tidak cocok. Padahal sebelum menanam jenis tanaman tertentu harus terlebih dahulu mengetahui jenis tanahnya. Adapun jenis tanah yang bagus untuk membudidaya timun adalah jenis tanah liat atau tanah lempung berpasir yang ada di persawahan. Oleh sebab itulah, banyak sekali para petani di Indonesia yang menanam timun di lahan persawahan;
  • pH tanah juga memberi pengaruh pada buah yang dihasilkan. pH tanah yang terlalu asam tentu saja kurang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman mentimun. Sebaiknya gunakan pH netral atau sedikit asam dan basa. pH yang terlalu asam tidak bagus untuk tanaman timun. Maka dari itulah, sebelum penanaman mentimun alangkah baiknya untuk segera memberikan kapur dolomit pada saat pengolahan tanahnya.
Setelah anda mengetahui penyebabnya, maka berikut ini saya akan berbagi pengalaman tentang bagaimana cara saya membuat tanaman mentimun berbuah lebat dan besar-besar. Simak baik-baik.
  • Jika penyebab tanaman timun kekurangan air, maka sebaiknya atur waktu penyiraman mentimun per harinya. Jika tanahnya kering, maka lakukan penyiraman seperti biasanya. Penyiraman sebaiknya menggunakan air bersih, bukan air yang tercemar limbah/polutan cair yang membahayakan tanaman. Saya merekomendasikan, siramlah tanaman mentimun jika tanahnya kering;
  • Jika penyebabnya kekurangan pupuk organik, maka sebaiknya lakukan pemupukan secara terjadwal. Pupuk yang bagus agar buahnya lebat adalah pupuk dari kotoran ayam saja;
  • Jika jenis tanah tidak baik, maka sesekali lakukan penyemprotan lahan sawah dengan pupuk EM4;
  • Apabila penyebabkanya dikarenakan pH tanah yang terlalu asam, maka lakukanlah penetralan tanah dengan menyampurkan kapur dolomit pada saat pengolahan tanah. Gunakan seperlunya kapur dolomit apa bila dibutuhkan.
Itulah tadi beberapa hal yang pernah saya terapkan ketika buah mentimun kecil-kecil saat saya membudidayakan mentimun. Saya berharap artikel ini membantu anda. Terimakasih. Silakan baca juga: When to Move Your Chili Seeds.

When to Move Your Chili Seeds ?

Sowing is the second step to chili farming after you decide the variety of chili you want to farm. You can get your seeds by buying them from horticultural shops or directly getting them from the previous harvest’s sun-dried chili seeds.

Sowing happens after you’ve finished with your land preparation. Land preparation includes determining the ratio of land to the amount of seeds you want to sow. The recommended form of land is in the form of seedbeds.

After you are done with your seedbeds, don’t forget to cover your seedbeds with a mix of fine clay and cattle manure before you naturally sprinkle your chili seeds on them. When this is all said and done, water regularly every morning and late afternoon.

Your chili seeds will have germinated after about 4 days. At this point, you have to care for your crops intensively and pay them extra attention.

Harvest-Ready Chili Crops
Harvest-Ready Chili Crops. Photo by: Wahid Priyono (KPCI).

The caring of chili crops includes many things like continuous watch over crops’ height, formation of roots, stems, and plumulas. Don’t forget to keep an eye on possible pest and disease attack. Keep this kind of close attention until your crops are at least 20 days old.

After your crops have reached the 20 days mark, you may plant your seedlings on mulched seedbeds or in polybag pots, depending on your needs.

Make sure your open aired seedbed area gets enough sun light all day long and are safe from herbivores.

The next step would be to care for your crops until they mature and are ready for harvest. Harvest usually happens after 4 months but this is not a fixed point, it all depends on how well you care for your crops.

As an option for you, the sterile pro sowing technique can be your choice of sowing method. After 4 days, you move your seedlings to small transparent polybags until day 24, and then move them on to seedbeds or your choice of land preparation.


I hope this information is useful for you in any way you need. Read more: Kapan Waktu Pemindahan Bibit yang Tepat dan Benar.

Kapan Waktu Pemindahan Bibit Cabe Yang Paling Tepat dan Benar

Penyemaian bibit cabe merupakan langkah kedua setelah menentukan varietas/jenis bibit cabe apa yang hendak dibudidaya. Bibit-bibit cabe dari benih/biji dapat dibeli langsung dari toko penjualan khusus bibit tanaman hortikultur. Selain itu, bibit tanam juga dapat diperoleh langsung dari hasil panen buah cabai yang telah matang, kemudian diambil biji dan dikeringkan pada sinar matahari dengan frekuensi pencahayaan tertentu.

Penyemaian bibit dilakukan setelah lahan semai dibuat. Membuat lahan semai cabai dapat ditentukan dengan melakukan perbandingan jumlah/banyaknya bibit cabai yang hendak disemai. Sebaiknya buat lahan semai berbentuk seperti bedengan atau sejenisnya.

Setelah bedengan dibuat, maka sebaiknya hal yang tidak boleh terlewatkan yakni dengan memberikan campuran tanah liat halus dan kotoran hewan ternak di atas lahan semai, barulah setelah itu sebarkan secara acak (random) biji-biji cabe secara alamiah saja, dan terakhir adalah melakukan penyiraman rutin pada waktu pagi maupun sore hari setelah sholat ashar.

Bibit Cabe Siap Dipindahkan Dilahan Tanam (Bedengan)
Bibit Cabe Siap Dipindahkan Dilahan Tanam (Bedengan). Foto Oleh: KPCI.

Biasanya biji-biji cabe/bibit tersebut akan tumbuh bertunas (berkecambah) di atas umur 4 hari. Dan pada saat itulah perawatan tanaman cabe muda yang baru tumbuh harus dilakukan secara intensif dan jangan asal-asalan/sembarangan.

Perawatan dapat meliputi berbagai hal seperti terus memantau tinggi tanaman, terbentukanya organ akar, batang, dna tunas muda/plunulanya. Selain daripada itu, lakukan pula pemantauan tanaman bibit dari kemungkinan peluangnya terserang hama dan penyakit. Perawatan semacam ini harus di lakukan hingga tanaman cabe muda berumur 20 hari.

Setelah berumur 20 hari benih yang berhasil disemai dapat ditanam langsung di lahan bedengan bermulsa, atau dapat juga dilakukan penanaman di pot wadah polybag, sesuaikan saja dengan kebutuhan lahan pertanian anda.

Selama penanaman, bibit tanam yang ditanam di lahan terbuka seperti di bedengan di sawah/daerah perkebunan juga sebaiknya mendapatkan intensitas cahaya cukup sepanjang hari. Daerah penanaman juga harus aman dari kemungkinan gangguan keamanan sosial  dari hewan-hewan ternak herbivor.

Setelah penanaman/pemindahan bibit cabe di lahan terbuka (di atas umur 20 hari sangat dianjurkan oleh petani cabe profesional), maka langkah selanjutnya adalah tetap melakukan perawatan tanaman cabe hingga tumbuh dewasa dan menghasilkan buah yang siap dipetik pada saat prosesi panen nantinya.

Pemanenan biasanya dilakukan pada saat umur cabe berumur di atas 4 bulan. Namun tidak ada waktu yang pasti, namun setidaknya cara perawatan yang baik dan benar juga akan menentukan seberapa cepat dan kualitas buah cabe yang dipanen kelak.

Anda juga sebenarnya dapat menggunakan teknik penyemaian cabe dengan teknik steril pro, yang biasanya biji akan mulai berkecambah pada umur di atas 4 hari. Setelah umur 4 hari dapat langsung dipindahkan di wadah polybag kecil transparan, lalu biarkan supaya benih tumbuh dan berkembang selama 24 hari, dan setelah itu barulah dapat anda pindahkan/ditanam di lahan terbuka (lahan bedengan bermulsa/bedengan tanpa mulsa). Baca juga: Definisi Sistem Pendangiran dan Penyiangan Pada Tanaman Budidaya Hortikultur.