Macam dan Jenis-Jenis Cabe Budidaya Yang Bisa Ditanam di Indonesia

Ada beberapa komentar di blog Guruilmuan yang meminta untuk dibuatkan artikel tentang macam dan jenis-jenis cabe budidaya yang bisa ditanam di Indonesia. Dari permintaan tersebut, saya akan mencoba membantu untuk membuatkan artikel sesuai request (permintaan) tersebut.

Bagi para master petani cabe barangkali pertanyaan ini sangat mudah dijawab, sebab mereka sudah mengetahui jenis dan macam cabe, namun apa daya jika para pemula yang baru saja terjun ke dunia pertanian budidaya, pasti tidak sedikit dari mereka yang masih kesulitan dalam membedakan, dan mengetahui ciri dan karakter dari masing-masing jenis cabe.

Perlu anda ketahui juga bahwa pengetahuan tentang macam dan jenis-jenis cabe budidaya ini sangat penting sebagai modal awal untuk membuat perencanaan usaha tani. Tujuannya yaitu supaya kita dapat memprediksikan, dan bisa menentukan modal yang dibutuhkan, teknik budidaya yang tepat, serta ketepatan dalam membidik pasar (pengepul).

Pada artikel berikut ini, Guruilmuan, akan mencoba menjelaskan terkait dengan jenis cabe yang sering dibudidaya oleh para petani Indonesia.

Seperti kita ketahui bersama bahwa tanaman cabe termasuk dalam suku Solonaceae (suku terong-terongan). Nama spesies dari tanaman cabe adalah Capsicum sp. Jenis dan varietas tanaman cabe sangat banyak, akan tetapi dari jumlah tersebut hanya beberapa saja yang dibudidayakan oleh para petani lokal dan mancanegara.

Di Indonesia, setidaknya dikenal 3 jenis cabe, yakni cabe besar, cabe hibrida, dan cabe rawit. Selain daripada itu, terdapat juga jenis cabe hias yang hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias di taman-taman/pusat kota.

1. Cabe Besar

Cabe besar dengan nama ilmiah Capsicum annum L, merupakan salah satu jenis komoditas tanaman hortikultura yang penting di Indonesia. Secara umum, ada tiga golongan cabe besar, yakni cabe merah besar, cabe merah keriting, dan cabai hijau.
  • Cabe merah besar, bentunya lonjong agak panjang, ujung buah runcing, Kulitnya mulus dan lumayan tebal, seperti adanya lapisan lilin;
  • Cabe merah keriting, bentuk tubuhnya panjang dengan diameternya kecil, ujung buahnya lancip, kulit buahnya tidak halus, dengan permukaan kulit buahnya bergelombang atau keriting.
  • Cabe hijau, jenis dari cabe hijau ini sebenarnya adalah bagian dari cabe merah besar dan keriting, karena cabe hijau ini hanya dipanen pada saat buahnya masih berwarna hijau (dipanen mentah). Cabe hijau biasanya dipanen sedini mungkin karena beberapa alasan seperti pada saat itu harga cabe di pasaran sedang melambung tinggi, lokasi penanaman cabe yang kurang menguntungkan karena kelembaban yang terlalu tinggi sehingga sulit memanen cabe hingga menunggu tua-merah. Cabe hijau di pasaran harganya stabil dan kadang-kadang lebih murah daripada cabe yang sudah berwarna merah (masak).
Tanaman cabe besar sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem, rentan terhadap penyakit dan hama. 

Jenis Cabe Merah Keriting
Jenis Cabe Merah Keriting, Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan)

Menanam cabe jenis ini harus mempunyai keterampilan dan pengalaman khusus. Modal untuk membudidayanya relatif besar, sehingga jika sewaktu-waktu harga cabai tinggi, maka petani akan diuntungkan dengan keadaan demikian.

2. Cabe Hibrida

Cabe hibrida sebenarnya tergolong dalam jenis cabe besar, hanya saja sudah dilakukan persilangan secara genetika dan seleksi pemuliaan tanaman dengan cara-cara modern. Kebanyakan cabe hibrida lebih manja dibandingkan dengan varietas cabe jenis lainnya. Beberapa diantaranya dalah cabe paprika yang kurang cocok ditanam di lahan terbuka.

Dalam skala produktivitas, cabe hibrida cukup unggul daripada cabe biasa. Serta cabe jenis ini lebih tahan terhadap beberaa jenis hama dan penyakit, termasuk jamur, bakteri, dan mikroorganisme parasit lainnya.

Beberapa jenis cabe hibrida yang populer di telinga masyarakat petani di Indonesia yakni:
  • Cabe merah: Emerald, Hot Beauty, Imperial, Horison, Inko Hot, Biola, Lado F1 Hibrida;
  • Cabe rawit: Tanjung-1, Lembang-1, Tanjung-2, Papirus, Kunthi;
  • Cabe keriting: Bara, Taruna, Juwita, Dewata, Discovery;
  • Cabe paprika: Suniya, Edison, Hairloom.

3. Cabe Rawit

Cabe rawit sendiri mempunyai nama ilmiah/nama latin adalah Capsicum frutescens. Buah cabe rawit mempunyai ukuran tubuh yang mini, panjang buahnya 2-4 cm, rasanya lebih pedas daripada cabe besar lainnya, meskipun ada beberapa varietas yang rasa buahnya tidak terlalu pedas. 

Cabe Rawit Jengki Berbuah Lebat
Cabe Rawit Jengki Berbuah Lebat. Foto Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan)

Warna buah cabe rawit beragam, ada yang kuning langsat, merah, bijau muda, hijau tua, hingga kuning kecokelatan, dan oranye.

Cabe rawit dapat berbuah sepanjang tahun, tidak mengenal musim. Cabe rawit juga dapat tumbuh di daerah dataran rendah maupun di dataran tinggi. Tanaman cabe yang seringkali dibudidayakan oleh petani Indonesia adalah jenis cabe lokal. Benihnya diproduksi sendiri dari hasil panen sebelumnya.

Itulah tadi penjelasan singkat tentang macam dan jenis tanaman cabe budidaya yang bisa ditanam di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa baca juga artikel berikut: Cabe Yang Cocok Untuk Daerah Dataran Rendah dan Tinggi.


Artikel Terpopuler

Macam dan Jenis-Jenis Cabe Budidaya Yang Bisa Ditanam di Indonesia
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar