Brain Edu-Parenting

Cara Merawat Pohon TERONG Agar Berbuah Lebat Selebat-Lebatnya

11:33 AM 0
Pohon terong merupakan salah satu dari jenis tanaman suku terong-terongan (solonaceae) yang banyak dibudidaya oleh masyarakat pertanian di Indonesia. Karena sifat tanaman yang mudah dibudidaya, maka tak heran bahwa pertanian hortikultur terong paling bagus dan banyak diminati oleh petani untuk ditanam di lahan yang mereka miliki.

Supaya tanaman terong berbuah lebat selebat-lebatnya, maka proses perawatan tanaman menjadi hal yang begitu berarti dan tak boleh terlewatkan begitu saja. Perawatan tanaman terong meliputi beberapa hal seperti penyiraman, pendangiran dan penyiangan, pemupukan, pencegahan hama dan penyakit. Hal yang paling tak boleh terlewatkan juga adalah faktor ketekunan seorang petani untuk terus memantau tanaman mulai sejak hari tanam sampai dengan menginjak waktu pemanenan. Baca juga artikel berikut: 4 Langkah Perawatan dalam Budidaya Terong Ungu.

1. Penyiraman Pohon Terong

Pohon terong yang sudah ditanam harus mendapatkan penyiraman yang intensif. Penyiraman tanaman sebaiknya menggunakan air bersih dan terbebas dari polutan cair/limbah yang bisa menyemari lingkungan tanaman.

Pada masa perkecambahan biji saat penyemaian bibit, penyiraman tanaman sangat penting untuk mencegah supaya tanaman bibit muda tidak mudah rusak, mati, atau mengalami krisis air (dehidrasi). Karena kalau hal tersebut terjadi maka bisa jadi tanaman muda (bibit) akan sulit tumbuh dan berkembang, yang pada akhirnya akan memengaruhi hasil panen nantinya.

Tanaman Terong Dalam Perawatan
Tanaman Terong Dalam Perawatan, Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan Indonesia).

Idealnya, penyiraman tanaman terong dilakukan 2 kali sehari jika memang tanahnya tandus karena kemarau berkepanjangan, atau bisa 1 kali sehari jika memang kelembaban tanahnya sudah bagus, atau dengan kata lain bahwa tanahnya mendapat kandungan air cukup (semi basah).

Penyiraman juga mempengaruhi dalam proses fisiologis tanaman terutama untuk pertumbuhan sel, membantu dalam pemanjangan sel, menambah volume sel di daerah meristematik ujung batang dan ujung akar, air sebagai pelarut alamiah bagi tanaman serta membantu dalam proses fisiologis biji saat berkecambah, mengatur tekanan turgor sel, dan lain sebagainya.

Jadi kesimpulannya bahwa, penyiraman sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang tanaman terong supaya mendapatkan hasil optimal. Sebagai panduan silakan baca juga: 5 Artikel Agar Tanaman Cabai dan Terong Cepat Berbuah Lebat.

2. Pendangiran dan Penyiangan

Tanaman terong sangat penting dilakukan pendangiran dan penyiangan. Pendangiran bertujuan agar tanah di sekitar lahan tanam (tanahnya) menjadi gembur. Tanah yang gembur tentu saja memudahkan dalam penyerapan unsur hara mineral dari dalam tanah, juga penerapan air menuju akarnya akan semakin gampang.

Sementara itu, penyiangan juga menjadi hal penting untuk mencegah supaya lahan tanam terbebas dari gulma (rumput-rumput liar) yang mengganggu dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Penyiangan dilakukan dengan mengoret gulma hingga benar-benar lahannya menjadi lebih bersih dan minimal tidak ada gulma ukuran besar yang mengganggu tanaman.

3. Pemupukan Pohon Terong

Pohon terong harus mendapat nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Nutrisi/unsur hara itu ibarat makanan yang akan menentukan laju pertumbuhan tanaman. Bayangkan jika tubuh manusia tidak mendapatkan nutrisi dalam 1 hari atau berbulan-bulan, maka bisa berefek pada kematian, lesu, dan kurang bergairah. Begitu juga tanaman, membutuhkan asupan nutrisi dari unsur hara yang dibutuhkannya. Silakan baca juga: Perawatan Terong Jilid 1: Pemupukan dan Pengairan Lahan (Irigasi).

Pemupukan pohon terong untuk usia masa penyemaian bibit sebaiknya gunakan saja terlebih dahulu jenis pupuk organik (pupuk kandang). Pada saat umur tanaman sudah beranjak dewasa, maka tanaman sudah siap diberi pupuk anorganik seperti KCL, Urea, NPK mutiara, Phonska, dan jenis lainnya. Pupuk-pupuk itulah yang menurut pengalaman saya paling bagus untuk membantu dalam menentukan keberhasilan dalam budidaya terong.

4. Pencegahan Hama dan Penyakit Pada Terong

Setiap tanaman hotikultur selalu saja ada hama dan penyakit yang menyertainya. Meskipun serangan hama dan penyakit pada tiap-tiap tanaman berbeda, namun jika pencegahan tidak dilakukan secara seksama maka akan berefek fatal bagi tanaman itu sendiri.

Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman terong antara lain; busuk buah terong, hama kepik, hama wereng, ulat bulu, ulat grayak, lembing, dan lain sebagainya. Sementara itu, jenis penyakit yang menyerang tanaman terong bervariasi, yaitu ada penyakit yang disebabkan oleh cendawan/jamur parasit, bakteri patogen, dan aktivitas mikroorganisme parasit lainnya.

Pencegahan hama dan penyakit bisa dilakukan dengan tetap menjaga lingkungan tanam supaya tetap bersih dan terbebas dari gulma. Karena bagaimanapun juga ternyata gulma bisa menjadi tempat yang strategis bagi hama untuk bertelur dan berkembang. Selain itu, pencegahan dan pemberantasan hama dan penyakit yang parah bisa terpaksa menggunakan pestisida (insektisida/fungisida) yang cocok sesuai dosis/umur tanaman.

Jika keempat cara di atas dilakukan dengan bersungguh-sungguh, maka bersiaplah anda akan mendapatkan hasil panen terong yang lebih optimal dan dari segi finansial sangat menguntungkan bagi pertanian terong yang telah anda budidayakan. Sebagai pelengkap, silakan baca juga artikel berikut ini, klik: Panduan Praktis Budidaya Terong Ungu dan Terong Lalap.

Waktu Paling Baik Untuk Menyiram Tanaman Cabe Yang Baru Disemai

1:25 PM 0
Salah satu perawatan tanaman cabe yang tak boleh terlewatkan adalah "penyiraman". Penyiraman pada tanaman cabe memiliki beberapa tujuan yakni supaya tanaman cabe tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) pada bagian organ tanaman, mempercepat laju fotosintesis pada tanaman sebab fotosintesis pada tanaman membutuhkan air untuk proses fotolisis (pengubahan senyawa kimia air menjadi elektron H+ +1/2 O2. Selain itu, air juga berperan sebagai pelarut alamiah berbagai jenis enzim dan hormon pada tumbuhan (fitohormon) mencegah keguguran bunga dan buah, serta membuat supaya tanaman lebih sehat dan kuat.

Proses penyiraman pada tanaman cabe yang baru disemai (4 s.d 25 hst/hari sejak tanam) yakni dilakukan 1 kali penyiraman dalam sehari.  Waktu yang paling tepat untuk penyiraman tanaman cabe yang baru disemai adalah pada waktu setelah magrib atau bisa pada waktu sore hari setelah shalat ashar. Pada waktu tersebut, intensitas cahaya matahari sudah menurun, sehingga tanah siap untuk dilembabkan dengan cara diberi air.

Tanaman Cabe Masih Dalam Pembenihan
Tanaman Cabe Masih Dalam Pembenihan. Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan Indonesia).


Cara penyiraman cabe yang ditanam di wadah polybag yaitu dengan cara di siram secara tersebar dengan memastikan bahwa tanahnya menjadi lembab.

Pada umur 4 s.d 25 hst, biasanya bibit sudah ada di pot/wadah polybag dalam masa perawatan intensif sebelum nantinya tanaman muda dari polybag dipindahkan ke lahan terbuka (lahan bedengan bermulsa). Pada umur inilah, perawatan harus digencarkan, dan upayakan faktor penyiraman tidak boleh terlewatkan begitu saja, hal ini supaya kelembaban tanahnya terjaga dan pertumbuhan tanaman semakin membaik.

Setelah tanaman dipindahkan dari wadah polybag, maka pembesaran benih yang disemai dilakukan di lahan terbuka (bedengan bermulsa, dengan tujuan untuk menghasilkan tanaman dewasa dengan organ lengkap, termasuk buah cabenya lebat karena memang inilah tujuan dari bertani cabe supaya menghasilkan buah banyak dan harganya mampu bersaing di pasaran.

Sebagai panduan untuk metode penyiraman tanaman cabe, silakan klik dan pelajari pada bagian berikut ini, klik: Cara Penyiraman Tanaman Cabe yang Baik dan Benar.

Cara Adaptasi Bibit Semai Cabe Merah Lado F1 - (Bagian Perawatan Tanaman Cabe)

1:05 PM 0
Penyemaian bibit cabe merah lado f1 bertujuan untuk mendapatkan tanaman muda produktif yang mampu tumbuh subur dan pada akhirnya menghasilkan buah dalam jumlah melimpah. Dengan begitu, maka hasil panen cabe dapat ditingkatkan secara signifikan.

Penyemaian bibit/biji cabe merupakan kegiatan perbanyakan tanaman secara generatif. Dikatakan perkembangbiakan secara generatif karena menggunakan biji sebagai organ untuk mendapatkan tanaman baru.

Biji cabe yang disemai secara otomatis akan mengalami perkecambahan biji. Dimana pada perkecambahan biji tersebut akan terbentuk beberapa bagian utama seperti akar (radikula), serta plumula yang merupakan bagian dari cikal bakal terbentuknya daun dan tunas pada batang.

Cabe Merah Lado F1 Dalam Tahap Pembibitan
Cabe Merah Lado F1 Dalam Tahap Pembibitan, Hak Cipta Photo Oleh: Wahid Priyono (Guruilmuan Indonesia).

Bibit cabe yang disemai tentu saja harus beradaptasi dengan kondisi tanah, suhu/temperatur, kelembaban, air, serta unsur-unsur hara penting yang terdapat di dalam tanah. Apabila proses fisiologis dan adaptasi tanaman kurang, maka tanaman bisa jadi akan mengalami gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu, bibit semai lado ini sangat sensitif dengan kadar garam tinggi yang terkandung dalam tanah, maka dari itu media tanam yang digunakan harus cocok bagi pertumbuhan benih yang disemai. Saya sangat merekomendasikan bagi anda yang hendak menyemai cabe jenis apapun untuk senantiasa menggunakan bahan-bahan pupuk organik, misalnya pupuk alamiah dari sisa jerami padi yang membusuk (kompos serat batang), pupuk hayati, pupuk kandang yang dicampur dengan tanah liat sebagai media untuk penyemaian benih.

Intensitas penyiraman juga harus disesuaikan dengan umur tanaman cabe, termasuk juga dalam hal pemberian pupuk sesuai dosis/umur tanaman. Dan saran saya lagi, sebaiknya gunakan pupuk organik untuk diberikan pada tanaman yang masih dalam penyemaian, karena terbukti bahwa pupuk organik tersebut bagus untuk menunjang dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe yang dibudidaya.

Oleh karena itu, dalam penyemaian bibit cabe jenis apapun, termasuk cabe lado F1, maka sangat penting juga bagi seorang petani untuk mengetahui syarat tumbuh tanaman yang hendak dibudidaya, bagaimana pH yang cocok bagi pertumbuhan serta tingkat kelembaban tanah dan juga bagaimana media yang bagus (pas) untuk pertumbuhan tanaman tersebut.

Dengan mempertimbangkan keadaan yang telah disebutkan di atas, maka akan sangat dijamin bahwa upaya yang dilakukan petani dalam penyemaian benih cabe akan berhasil. Karena tidak ada keberhasilan tanpa upaya yang terencana. Silakan baca juga: Cara Semai Cabe Steril Pro, Dihasilkan Tanaman Serentak.