Akar, Batang, Daun dan Buah Mentimun Layu dan Cara Mengatasinya

Tanaman mentimun yang baru berkecambah/tumbuh, biasanya seringkali mengalami pada bagian akar bahkan batang dan daunnya layu. Kejadian semacam ini muncul secara tiba-tiba bisa karena faktor cuaca ekstrem, jenis tanah, jumlah kandungan hara dalam tanah, jumlah kandungan air, jumlah pupuk, dan lain sebagainya.

akar mentimun layu
Buah Mentimun Berbuah Lebat dan Subur Tanpa Kelayuan Pada Akarnya. (guruilmuan.blogspot.co.id).


1. Faktor Cuaca dan Suhu

Cuaca yang ekstrem, terkadang membuat fisiologis tanaman terganggu. Apalagi jika cuaca panas dengan suhu terlalu tinggi juga dapat menyebabkan enzim pada tumbuhan mengalami denaturasi/sisi aktif enzim menjadi rusak. Rusaknya enzim inilah dapat membuat fisiologis tanaman menjadi kacau. Akibatnya akar, batang, daun, dan buah pada mentimun menjadi layu, bahkan bisa berujung kepada kematian jaringan tanaman.

2. Jenis Tanah

Jenis tanah juga menjadi faktor penentu kesuburan tanaman. Jika jenis tanah tidak cocok, atau pH tanahnya terlalu asam, biasanya fisiologis tanaman menjadi terganggu, dan pada akhirnya akar, batang, daun, serta bunga/buahnya menjadi layu.

Solusi: pastikan bahwa pH tanah sesuai dengan jenis tanaman yang hendak ditanam. Jika pH/tingkat keasaman tanah terlalu tinggi (pH 1-5), maka anda bisa menetralkannya dengan cara memberikan kapur dolomit saat pengolahan tanah. Campurkan kapur dolomit pada saat pembajakan lahan dan pembentukan lahan bedengan.

3. Jumlah Kandungan Hara, Pupuk dalam Tanah

Kebanyakan dalam pemberian pupuk baik pupuk organis maupun anorganis juga memengaruhi kualitas organ tanaman. Pupuk harus diberikan dalam dosis yang tepat pada tanaman. Artinya, tidak berlebihan dan juga tidak kekurangan.

Pada masa tumbuh bibit di awal perkecambahannya, maka sebaiknya pemupukan harus dilakukan secara berhati-hati. Perhatikan waktu pemberian, dosis, dan berikan sesuai tingkat umur tanaman.

Terkadang ada beberapa tanaman yang tidak menyukai beberapa jenis hara yang terkandung dalam pupuk, dan jika diaplikasikan, maka tanaman bisa langsung layu, mati, bahkan tidak adaptif.

Solusi: Pilih jenis pupuk sesuai dosis per umur tanaman. Berikan pupuk secukupnya sesuai tingkatan umurnya.


4. Jumlah Kandungan Air

Curah hujan yang terlalu tinggi juga tidak bagus untuk tanaman. Terkadang hal ini menghambat pertumbuhan dengan ciri tanaman menjadi lebih rentan mengalami kebusukan pada bagian batang, akar, daun, bahkan tanaman mentimun menjadi mudah layu, dan efek buruknya adalah tanaman mati.

Solusi: Lakukan pengaturan drainase air secara baik, kapan jumlah air yang banyak harus menggenangi lahan bedengan, dan sebaiknya menggunakan perangkat mulsa plastik untuk menjaga tingkat kelembaban tanah agar stabil. Hal ini tentu saja akan menguntungkan tanaman. Silakan baca juga: Cara Budidaya Mentimun Organik Agar Cepat Berbuah Lebat.

Gulma Pada Tanaman Cabe Serta Cara Pencegahannya

Gulma seringkali menyerang tanaman cabe. Sifat gulma yang parasit ini bisa membuat tanaman menjadi kurus, pertumbuhannya terhambat, dan terkadang buah cabe berkembang tidak optimal.

Adapun jenis gulma yang paling umum menyerang tanaman cabe adalah meniran, ilalang, rumput teki, krokot.

Perebutan (kompetisi) antara tanaman cabe dengan gulma seringkali menjadi faktor yang menyebabkan tanaman cabe menjadi kurus. Selain itu, tanah menjadi kurang subur dan bisa habis unsur haranya karena setiap saat dimanfaatkan gulma untuk keberlangsungan hidupnya.

Gulma pada tanaman cabe
Lahan Bedengan Cabe Bersih Terbebas dari Gulma, Photo Kontributor: KPCI Indonesia.

Cara yang paling efektif untuk mencegah pertumbuhan gulma yang sangat banyak pada tanaman cabe diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Menjaga kebersihan lahan tanam cabe, dengan memastikan bahwa gulma tidak ada;
  • Mengoret gulma jika di lahan tanam cabe ditemukan adanya pertumbuhan gulma yang tidak terkendali;
  • Membakar guma bersamaan dengan tepung sarinya;
  • Mengatur kelembaban air pada lahan bedengan, yakni dengan cara menggunakan mulsa plastik;
  • Mengatur drainase air di setiap lahan bedengan;
  • Cabut gulma secara berkala sejak tanaman mulai memasuki masa tanam di lahan bedengan;
  • Cabut/koret gulma sampai pada bagian akarnya. Bersihkan gulma secara tuntas, jangan sampai menyisahkan stolon, akar, atau rimpang sebab bisa jadi akan tumbuh lagi;
  • Jika gulma yang tumbuh sangat banyak serta sulit penanggulangannya, maka bisa menggunakan herbisida.
Itulah tadi penjelasan singkat tentang cara pencegahan gulma pada tanaman cabe yang baik dan benar. Semoga bermanfaat. Silakan baca juga: 

6 Cara Mencegah dan Membersihkan Gulma Pada Labu, Terong, Cabe, Tomat, Mentimun.

Terkadang, petani seringkali mengamati tumbuhnya gulma (rumput liar) di dekat tanaman yang mereka budidaya. Namun, tidak banyak dari petani tersebut yang hendak langsung membersihkan gulma, walau jumlahnya masih sedikit. Sebab, jika tidak dibuang/dibersihkan, maka gulma bisa menjadi sarang bagi hama dan penyakit untuk berkembang. Gulma adalah parasit bagi tanaman budidaya, sebab alasan pertama yang dapat masuk akal adalah gulma bisa menjadi kompetitor bagi tanaman budidaya.

Pengalaman-pengalaman para petani di daerah sering menyiratkan tentang sulitnya penanganan gulma di sawah maupun di ladang, area perkebunan yang memang terkhusus ditanami jenis tanaman pangan seperti jagung, kedelai, dan tanaman kacang-kacangan lainnya. Dan jenis gulma pada jagung, kedelai, dan tanaman kacang-kacangan umumnya jenis gulma berkayu keras, seperti ilalang terkadang sulit dicabut, dan kalaupun berhasil dicabut, terkadang akar gulma masih tertinggal di dalam tanah.

Tanaman Labu Berbuah Lebat, Bebas dari Gulma
Tanaman Labu Berbuah Lebat, Bebas dari Gulma. Photo Original by: Wahid Priyono & Ragil Alsabah Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB).

Lain halnya pada tanaman sayur dan buah, seperti pada tanaman labu, terong, cabe, tomat, dan mentimun. Umumnya, tanaman tersebut ditanam di lahan perkebunan terbuka atau di areal persawahan yang tercukupi dengan kandungan air dari saluran irigasi. Jenis gulma yang sering menyerang pada tanaman terong, cabe, tomat, dan mentimun umumnya gulma dengan batang berair seperti krokot, meniran, dan jarang dijumpai adanya gulma ilalang yang terkadang meninggalkan stolon yang bisa tumbuh kembali.

Curah hujan yang cukup tinggi bisa menjadi penyebab munculnya gulma dalam skala besar-besaran. Hal ini perlu mendapatkan perhatian dari petani untuk melakukan penyiangan dini sambil tetap mengamati pertumbuhan dan perkembangan tanamannya. Air hujan bisa menyebabkan spora atau tepung sari gulma berkecambah lebih cepat, karena mudahnya air terserap pada sel-sel biji. Sehingga sangat wajar jika musim hujan tanaman terong, cabe, tomat, dan mentimun seringkali lahan bedengannya ditumbuhi gulma.

Ada beberapa kiat/cara/langkah-langkah untuk mencegah dan membersihkan gulma pada tanaman labu, terong, cabe, tomat, dan mentimun seperti:

  • Selalu menggunakan mulsa plastik saat membudidaya tanaman hortikultura buah mapun sayuran. Mulsa plastik mencegah pertumbuhan gulma, sehingga akan lebih memudahkan petani saat perawatan tanaman;
  • Buatlah bedengan dengan tinggi di atas 30 cm, hal ini untuk mencegah supaya spora/tepung sari gulma tidak mudah dibawa oleh serangga. Jika terkena air, maka tepung sari akan berkecambah dan tumbuh menjadi tanaman gulma dewasa yang sifatnya parasit pada tanaman pertanian;
  • Perhatikan kelembaban lahan bedengan. Lahan bedengan sebaiknya tidak terlalu basah/lembab, sebab dapat memicu munculnya gulma. Atur ketinggian air tidak lebih dari 1/3 tinggi bedengan;
  • Lakukan penyiangan pada gulma dengan cara mengoret gulma secara tuntas sampai pada akarnya. Jika tidak, maka akarnya tertinggal dan akan muncul tunas baru. Gunakan pencong/alat penyiangan lainnya yang relevan;
  • Jika gulma sudah dikoret atau dibersihkan, silakan bisa langsung dibakar atau dikumpulkan terlebih dahulu pada bak khusus untuk menampung gulma. Bak bisa berbentuk persegi dari tanah galian di sekitar lokasi pembudidaya tanaman pertanian tersebut;
  • Jika gulma tumbuh banyak pada lahan bedengan dan sulit mengendalikannya, maka bisa terpaksa menggunakan herbisida untuk memberantasnya;
Itulah tadi penjelasan tentang 5 cara mencegah dan membersihkan gulma pada tanaman terong, cabe, tomat, dan mentimun. Semoga bermafaat untuk anda. Silakan baca juga: Pupuk Cabe Merah yang Bagus dan Berkualitas Tinggi (High Quality).

[VIDEO] Tanaman Padi IPB 3S Saya Terserang Hama Wereng Hijau

Pasca lebaran 1438 H, saya kembali berkunjung ke sawah untuk melihat-lihat tanaman padi IPB 3S yang sudah saya tanam selama kurang lebih 1,2 bulan. Memang tanaman padi IPB saya juga sama seperti kacang panjang saya sejak bulan Ramadhan tidak mendapat perawatan yang cukup intensif dan alhasil hama jenis wereng hijau dan walang sangit cukup lumayan banyak menyerang tanaman padi saya tersebut.

Saya sudah beberapa kali sebelumnya melakukan penanggulangan hama wereng tersebut menggunakan larutan autan/soffel dan disemprotkan pada tanaman padi dan memang terbukti ampuh. Saya sudah berkali-kali menggunakan autan sebagai pestisida untuk membunuh hama dan memang cukup berhasil, tapi tidak membunuh hama secara keseluruhan. Paling-paling hama mati 70% saja, sisanya masih ada.

Kali ini saya melakukan penyemprotan tanaman padi IPB 3S saya dengan menggunakan pestisida jenis untuk mengusir hama yang tersisa tersebut, dan memang berdasarkan pengalaman saya sebelumnya cukup ampuh menggunakan jenis pestisida tersebut dalam menanggulangi perkembangan hama di sekitar lokasi tanam padi.

Saya akan melihat ke depannya, apakah hasil perlakuan saya ini berhasil, atau justru sebaliknya hama wereng berdatangan lagi. Berikut ini video wereng hijau yang menyerang tanaman padi IPB 3S yang saya budidaya, dan memang tetap saja tanaman padi saya daunnya berwarna hijau bersih, karena sebagian hama wereng sudah mati karena saya semprotkan larutan autan/soffel.